KIK Kendal Serap 17.650 Tenaga Kerja, Gaji Diatas UMK

- Jumat, 9 Desember 2022 | 05:08 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di KIK Kendal. (foto:jatengprov)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di KIK Kendal. (foto:jatengprov)
POJOKSEMARANG.COM - Kawasan Industri Kendal (KIK) yang kini telah dihuni 82 perusahaan telah menyerap sebanyak 17.650 tenaga kerja diantaranya 1.587 lulusan SMK di Jateng. Perusahaan yang beroperasi di KIK Kendal tersebut datang dari 11 negara.
 
Potensi bertambahnya perusahaan dan daya serap tenaga kerja di KIK Kendal sangat besar.
Hal itu seperti yang disampaikan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di KIK Kendal, Kamis (8/12).
 
“Bagus ya, jadi ada industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja, dan ternyata tadi ada temuan saya, satu, tenaga kerjanya diserap dari wilayah Kendal. Maka Kawasan Industri Kendal menyerap tenaga dari Kendal. Itu satu yang menarik,” kata Ganjar seperti yang dikutip dari laman jatengprov.
  
Selain tenaga kerja lokal, hal kedua yang ditemukan Ganjar adalah adanya pelatihan kerja yang sudah berjalan selama kurang lebih tiga pekan. Pelatihan itu untuk menyiapkan tenaga kerja agar lebih terampil bekerja, menggunakan alat, dan mampu menghasilkan produk yang bagus. Juga upah yang diterima oleh pekerja atau buruh yang sudah di atas UMK Kendal.
 
 
“Surprise buat saya, take home pay-nya dia bisa Rp3 juta. Jadi artinya dengan mereka bekerja di sini sudah melebihi UMK. Itu satu tahun masa kerja atau kurang dari satu tahun masa kerja. Tadi juga nemu yang masa kerjanya lebih dari satu tahun, bayarannya juga sudah cukup bagus,” kata Ganjar.
 
Ditambahkan, investasi yang sedang berkembang di Kendal diketahui telah menyerap tenaga kerja. Selain itu perusahaan yang berinvestasi di Kendal juga cukup serius dalam menangani dan memberikan pelatihan. Belum lagi dukungan pemerintah daerah yang ikut serta dalam rekrutmen tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.
 
“Tadi ada pelatihan yang dibantu oleh Kementerian Perindustrian, lalu rekrutmen berikutnya malah dibiayai oleh APBD maka ini ketemu. Kalau nanti seluruh kawasan industri ini tumbuh, membutuhkan banyak tenaga kerja, maka sekolah-sekolah vokasi mesti kita siapkan. Kita temukan saja seperti yang ada di sini. Kalau yang di sini bisa dilakukan, ya menurut saya bagus. Dari PT Eclat ini menurut saya menyenangkan, kita bisa melihat masa depan yang lebih baik,” kata Ganjar.
 
Sementara itu berdasarkan data, sampai akhir 2022 ini, sudah ada 82 perusahaan dari 11 negara yang masuk dan mendirikan pabrik di KIK. Nilai investasi yang masuk sejumlah Rp32 triliun. Maka dari itu, Ganjar optimistis KIK dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
 
“Signifikan pertumbuhannya. Di sini ada banyak relokasi, ada sekitar 11 negara masuk di kawasan industri Kendal. Di antaranya dari Taiwan, Jepang, Jerman, Tiongkok, Korea Selatan yang sudah masuk ke sini. Baguslah pertumbuhannya, kita melihat kesuksesan kawasan industri Kendal ini betul-betul bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Satu PR-nya, pelabuhannya belum ada, dan itu menjadi tugas kita nanti,” jelasnya.
 
 
Ganjar menambahkan, sejauh ini sudah ada 97 pabrik yang relokasi atau pindah ke beberapa tempat di Jawa Tengah. Contoh terakhir, relokasi pabrik PT HWI di Kabupaten Pati. Mereka memiliki merelokasi pabrik dan mengembangkan industri di Jawa Tengah lantaran iklim investasi yang kondusif.
 
“Setidaknya kemarin menurut catatan saya ada 97 pabrik pindah ke sini. Dari satu perusahaan yang kemarin kita datangi di Pati umpama, itu beberapa perusahaan dia di tempat lain sudah mengurangi jam kerja, buruhnya, tapi di kita masih stabil. Maka ini perlu kita sampaikan kepada publik, agar kita juga sangat berhati-hati menjaga kondusivitas, apalagi hubungan industrial yang saling menguntungkan. Sehingga investasi yang masuk betul-betul baik,” terangnya. (***)

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Investor Masa Depan' Sambangi Main Hall BEI

Senin, 30 Januari 2023 | 21:30 WIB

Sambut Imlek, JNE Gelar Ragam Program Menarik

Selasa, 24 Januari 2023 | 19:00 WIB

Mbak Ita Siap Sukseskan HPN 2023

Kamis, 19 Januari 2023 | 21:00 WIB
X