• Sabtu, 10 Desember 2022

Tujuh Kelurahan di Kota Semarang Ini Jadi Sasaran Operasi Pasar

- Minggu, 13 November 2022 | 03:00 WIB
Plt Walikota Semarang Mbak Ita saat operasi pasar di Kelurahan Rejosari Semarang. (foto:semarangkota)
Plt Walikota Semarang Mbak Ita saat operasi pasar di Kelurahan Rejosari Semarang. (foto:semarangkota)

POJOKSEMARANG.COM - Sebanyak tujuh kelurahan menjadi sasaran operasi pasar di Kota Semarang, salah satunya Kelurahan Rejosari. Operasi pasar digencarkan guna menekan laju inflasi dan memudahkan masyarakat dalam mengakses bahan pangan pokok secara terjangkau.

Operasi pasar dilakukan melalui penyediaan sembako murah subsidi dan non subsidi dengan harga terjangkau yang diperuntukkan bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.Seperti operasi pasar yang digelar di Kelurahan Rejosari, Jumat (11/11)

"Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan bersama dengan Bulog, Bank Indonesia, Bank Jateng, dan Pertamina menggelar operasi pasar untuk menekan inflasi. Kemarin saya sampaikan supaya operasi pasar ini bisa tepat sasaran sehingga kami membuat program operasi pasar di tujuh kelurahan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kota Semarang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kelurahan Rejosari yang menjadi lokasi perdana pelaksanaan operasi pasar seperti yang dikutip dari laman semarangkota.
 
Adapun enam kelurahan lain yang menjadi target operasi pasar selain Kelurahan Rejosari adalah Kelurahan Kemijen, Kelurahan Tanjungmas, Kelurahan Bandarharjo, Kelurahan Tandang, Kelurahan Muktiharjo Kidul, dan Kelurahan Jomblang. Menurut rencana, operasi pasar ini akan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022.

Baca Juga: Ganjar Senang Sport Tourism Borobudur Marathon 2022 Berlangsung Semarak

"Jadi yang dapat jatah sembako di operasi pasar ini adalah masyarakat yang terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Untuk warga kurang mampu tapi belum terdaftar di DTKS bisa memperoleh lewat Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang diadakan di tempat yang sama oleh Dinas Ketahanan Pangan," terang perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut. Adapun perbedaan antara keduanya yaitu sembako murah bagi warga yang terdaftar di DTKS telah disubsidi oleh pemerintah sedangkan yang dijual melalui Pak Rahman adalah sembako murah non-subsidi. 

Baca Juga: SIG Adaptif Terhadap Kemajuan Teknologi Digital Lewat Pengembangan Kompetensi Talenta-Talentanya

Di samping penyediaan sembako murah, dalam operasi pasar tersebut juga dilaksanakan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat oleh OPD-OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Pelayanan yang tersedia di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, pelayanan KB (Keluarga Berencana), pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan ketenagakerjaan, perpustakaan keliling, hingga konsultasi Kredit Wibawa. 

"Saya dari awal berpesan kepada teman-teman supaya acara operasi pasar ini nanti jangan kecil-kecilan (setengah-setengah). Makanya kami sediakan juga pelayanan-pelayanan lainnya untuk memudahkan warga jika ada yang perlu diurus. Tadi ada sosialisasi QRIS oleh Bank Indonesia juga. Ini adalah wujud bagaimana konsep Bergerak Bersama," pungkas Mbak Ita. (***)

Editor: Alkomari

Sumber: semarangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Ngaliyan Terbakar, Sejumlah Kios Pedagang Ludes

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:17 WIB

KIK Kendal Serap 17.650 Tenaga Kerja, Gaji Diatas UMK

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:08 WIB

JNE Serahkan 3,2 Ton Bantuan ke Pemkab Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:00 WIB
X