• Sabtu, 10 Desember 2022

Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Cegah Stunting dengan Gerakan Makan Telur

- Senin, 26 September 2022 | 11:45 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat mencegah stunting dengan gerakan makan telur. (foto:jatengprov)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat mencegah stunting dengan gerakan makan telur. (foto:jatengprov)
POJOKSEMARANG.COM - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting atau gagl tumbuh di Jawa Tengah. Ajakan itu disampaikan saat bersama ribuan warga dengan simbolis mengajak makan telur bersama warga di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (25/9/2022).
 
Gerakan makan telur tersebut, sebagai upaya pencegahan stunting atau gagal tumbuh di Jateng. Sebanyak 15 ribu telur ayam rebus yang dibagikan kepada sekitar 8 ribu orang warga.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen membagikan beberapa telur rebus kepada warga, yang berkerumun di sekitar panggung.
 
 
Wagub mengatakan, Presiden RI Joko Widodo menargetkan penurunan stunting nasional sebesar 14 persen. Sehingga berbagai program dan gerakan terus digencarkan Pemprov Jateng untuk menurunkan stunting. Salah satunya, melalui gerakan makan telur setiap hari bagi ibu hamil, balita, anak-anak, hingga remaja usia pranikah.
 
“Pencegahan stunting ini tidak hanya setelah bayi lahir, tetapi juga preventifnya dan yang lebih penting lagi adalah para remaja putri. Para remaja putri terus digalakkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Ini yang paling efektif dan kami dilakukan dalam program Gubernur Mengajar, yang juga dilakukan oleh wakil gubernur, bupati, wali kota,” ujarnya seperti yang diakses dari laman jatengprov.
 
Dikatakan, para kepala daerah maupun wakilnya, mendatangi sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi, untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, terutama remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan. Karena stunting dapat terjadi pada saat sebelum menikah, atau sebelum masa kehamilan.
  
Lebih jauh, Gus Yasin meminta, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, dan kepala daerah lainnya, menggencarkan sosialisasi tentang bahaya stunting ke sekolah-sekolah. Terutama, di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum atau sederajat. Sehingga remaja putri selalu menjaga pola hidup sehat, agar kelak dapat melahirkan generasi yang bebas stunting dan sehat.
 
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, dalam penanganan stunting dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya, kerja sama antara pemerintah dengan peternak ayam, sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat yang bersumber dari telur ayam.
 
“Upaya pencegahan stunting dimulai dari sebelum nikah harus sudah diperhatikan. Di Jateng ada program Jo Kawin Bocah, jadi kalau belum masuk usia menikah jangan nikah dahulu. Program lainnya adalah untuk memantau kondisi ibu hamil, yaitu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Orang yang sedang hamil diamati dan diawasi kondisi kesehatannya seperti apa,” jelas sekda.
 
Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi dalam arahannya menganjurkan masyarakat, untuk mengkonsumsi telur minimal sebutir sehari. Selain mudah mengolah telur, baik digoreng, rebus, dan olahan lainnya, kandungan protein dalam telur sangat penting untuk kesehatan tubuh. Harga telur pun terjangkau oleh masyarakat.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peternak ayam di Kendal. Karena kalau tidak ada peternak ayam dari Kendal, maka kami yang di Jakarta tidak bisa makan telur ayam, tidak ada yang beternak ayam di sana (Jakarta),” terangnya. (***)

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Ngaliyan Terbakar, Sejumlah Kios Pedagang Ludes

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:17 WIB

KIK Kendal Serap 17.650 Tenaga Kerja, Gaji Diatas UMK

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:08 WIB

JNE Serahkan 3,2 Ton Bantuan ke Pemkab Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:00 WIB
X