• Sabtu, 10 Desember 2022

Menuai Polemik, Program Konversi Kompor LPG ke Kompor Listrik Tidak Diberlakukan Tahun Ini

- Sabtu, 24 September 2022 | 05:04 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers terkait program konversi kompor LPG 3 Kg. (foto:setkab)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers terkait program konversi kompor LPG 3 Kg. (foto:setkab)

POJOKSEMARANG.COM - Rencana pemerintah melakukan konversi kompor gas LPG 3 Kg ke kompok listrik induksi menuai polemik masyarakat. Merespon hal tersebut, Pemerintah memastikan bahwa program konversi tersebut tidak akan diberlakukan pada tahun 2022.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, Jumat (23/09/2022).

“Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan, sekali lagi pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik induksi,” ujar Airlangga yang didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif seperti yang dikutip dari laman setkab.

Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau dan menghargai masukan dari masyarakat termasuk juga memonitor pemberitaan di media. Pemerintah juga telah melihat langsung kondisi di lapangan terkait dengan konversi dari kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik induksi.

Baca Juga: Rumah Berkelas , Citra Grand Hadirkan Cluster Baru Bergaya Eropa Depan Danau

“Dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022. Sampai saat ini pembahasan anggaran dengan DPR terkait dengan program tersebut belum dibicarakan dan tentunya belum disetujui,” imbuhnya.

 

Menko Ekon menjelaskan, program kompor listrik induksi saat ini masih merupakan uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari rencana 300 ribu unit yang akan dilaksanakan di Bali dan di Solo, Jawa Tengah. “Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan kepentingan masyarakat dalam program konversi ini. “Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta menyosialisasikan kepada masyarakat sebelum program diberlakukan,” tandasnya. (***)

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Ngaliyan Terbakar, Sejumlah Kios Pedagang Ludes

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:17 WIB

KIK Kendal Serap 17.650 Tenaga Kerja, Gaji Diatas UMK

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:08 WIB

JNE Serahkan 3,2 Ton Bantuan ke Pemkab Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:00 WIB
X