• Sabtu, 10 Desember 2022

Prof Sutoyo Tekankan Internalisasi Nilai Pancasila Guna Memupuk Nasionalisme

- Kamis, 22 September 2022 | 07:38 WIB
Sejumlah Nara sumber dan peserta foto bersama disela seminar kebangsaan. (foto:alkomari)
Sejumlah Nara sumber dan peserta foto bersama disela seminar kebangsaan. (foto:alkomari)
POJOKSEMARANG.COM - Internalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi penting dalam memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan. Itu juga sekaligus dapat menghindari tindakan intoleran, radikalisme dan terorisme.
 
Untuk itu masyarakat diminta memahami Pancasila secara utuh agar memiliki sikap kebangsaan yang kuat dan cinta terhadap tanah air. Mengingat era digitalisasi seperti sekarang sikap kebangsaan masyarakat rentan luntur.
 
Hal itu seperti yang disampaikan oleh Prof Dr Sutoyo, guru besar Pancasila dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam Seminar Kebangsaan Memupuk Semangat Kebangsaan Guna Meredam Gerakan Anti Pancasila di Bumi NKRI di Hotel Red Chilis Solo, Rabu (21/9).
 
Menurutnya, nasionalisme itu persoalan klasik dan mendasar. Nasionalisme perlu diwujudkan untuk tegaknya NKRI, sehingga dibutuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.
 
"Kalau selalu dibicarakan agar sikap kebangsaan dan nasionalisme tetap ada mematri pada hati dan jiwa anak muda, pelajar sangat penting. Calon pemimpin bangsa harus kaffah betul kebangsaan ini. Harus paham betul," ujarnya.
 
Prof Sutoyo menjelaskan ada beberala indikasi lunturnya sikap nasionalisme atau kebangsaan di era digital. 
 
 
Pertama munculnya tindakan intoleransi terorisme dan radikalisme. Intoleran, radikalisme itu sebagai wujud penyimpangan dari kecintaan terhadap bangsa ini. 
 
Kedua merebaknya perilaku korupsi dan ketiga merajalelanya peredaran narkoba di tanah air.
 
"Membangun nasionalisme dan NKRI untuk menjaga tanggungjawab bersama. Pelajar ya pelajar yang baik, demo ya demo yang baik, tukang becak ya kerja dengan baik," imbuhnya.
 
Menurutnya, persoalan yang masih muncul persoalan kebhinekaan, ancaman NKRI, persoalan ekonomi kesenjangan sosial, politik dan hukum. 
 
"Rendahnya internalisasi nilai nilai Pancasila. Makanya Pancasila harus dipahami secara utuh," tandasnya.
 
Dalam hal ini perlu pengamalan nilai nilai Pancasila oleh masyarakat (subyektif) dan penyelenggara negara (obyektif).
 
Seminar kemarin diikuti oleh kalangan pelajar, mahasiswa, ormas kepemudaan, dan sejumlah elemen masyarakat seperti tukang becak di Solo dan lainnya.
 

Kasubdit IV Intelkam Polda Jateng AKBP Kelik Budi Antara mengatakan, seminar wawasan kebangsaan ini dilaksanakan menjelang waktu peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tentang pentingnya pemahaman berpancasila dalam bernegara.

"Ini bukan hal yang mudah, banyak yg mempengaruhi dalam kehidupan kita yang membawa pemahaman Pancasila yang kurang tepat," terangnya. 
 
Maka itu, lanjutnya, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat perlu memupuk lagi pemahaman Pancasila yang diyakini masyarakat Indonesia sangat komplek hingga menjadi Indonesia Raya.
 
Ihsan Santika Kuncoro sebagai ketua panitia mengemukakan, seminar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa ormas dan sejumlah elemen masyarakat di Solo
Kegiatan ini memang bertujuan untuk memupuk rasa persatuan dan cinta terhadap rasa cinta tanah air di bumi NKRI.
 
Agus Riyanto Ketua Yayasan Sahabat Kita Satu Indonesia sekaligus Ketua KNPI Kota Solo menuturkan, melalui forum ini diharapkan bisa belajar dari beberapa nara sumber sebagai generasi penerus untuk memupuk rasa nasionalisme kalangan pelajar dan mahasiswa.
 
Dia mengutarakan, dibawah kepemimpinan Walikota Surakarta Gibran, Surakarta sekarang sudah masuk 10 besar kota intoleran, dimana Solo peringkat ke-9. "Ini apresiasi kami. Dulu belum masuk 10 besar kota toleran. Solo salah satu penentu ya penegakan hukum, tidak ada kompromi untuk intoleransi," tuturnya.
 
Ia mengutarakan, problem intoleransi di masyarakat dipengaruhi beberapa faktor misal minimnya perjumpaan sosial ditingkatan masyarakat seperti forum masyarakat, lalu sikap minimnya literasi tentang pluralisme dan keberagaman sehingga antar kelompok menegasikan kelompok yang lain. (***)
 

Editor: Alkomari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasar Ngaliyan Terbakar, Sejumlah Kios Pedagang Ludes

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:17 WIB

KIK Kendal Serap 17.650 Tenaga Kerja, Gaji Diatas UMK

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:08 WIB

JNE Serahkan 3,2 Ton Bantuan ke Pemkab Cianjur

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:00 WIB
X