• Minggu, 2 Oktober 2022

Soal Wabah Cacar Monyet, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Meminta Masyarakat Tidak Panik

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:08 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak panik atas wabah cacar monyet. (foto:jatengprov)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak panik atas wabah cacar monyet. (foto:jatengprov)

POJOKSEMARANG.COM - Wabah cacar monyet ditengarai sudah mulai masuk ke wilayah Provinsi Jawa tengah. Namun kepastiannya masih dilakukan pendalaman, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pemerintah pusat menjaga ketat pintu masuk ke Indonesia. Upaya tersebut diperlukan untuk mengantisipasi wabah cacar monyet yang muncul di sejumlah negara asing.

Hal itu disampaikan Ganjar, seusai menerima Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidronal) Laksamana Madya Nurhidayat, di kantornya, Rabu (3/8/2022). Wabah Cacar Monyet atau Monkeypox, kata Ganjar, juga menjadi perhatian di wilayahnya.

“Kita masih pantau terus sampai hari ini. Kemarin ada yang bercirikan seperti itu, tapi masih didalami,” kata Ganjar seperti yang dikutip dari laman jatengprov.

Menurutnya, pasien suspek cacar monyet tersebut dalam pantauan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Ganjar menegaskan, pasien tersebut statusnya bergejala namun belum dapat dipastikan positif cacar monyet. “Kita belum berani menentukan apakah itu monkeypox atau bukan, tapi kita lagi pantau,” imbuhnya.

Baca Juga: Penyerang Haus Gol Titus Bonai Bakal Pertajam Lini Serang PSIS

Ganjar mengakui, sebelumnya juga ditemukan kasus serupa. Pasien dengan gejala mirip Monkeypox. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya negatif. “Dulu pernah ada yang masuk ke kami, saya udah cek, tapi hasil lab pemeriksaan terakhirnya bukan, alhamdulillah,” tuturnya.

Namun demikian, Ganjar meminta agar seluruh komponen masyarakat tetap waspada. Dia juga berharap pemerintah pusat memperketat pintu masuk ke Indonesia, mengingat asal wabah ini dari luar negara.

“Kami meminta, karena ini pasti ada pengaruh dari luar, maka pintu masuk Indonesia masih butuh pengetatan-pengetatan dan checking menggunakan banyak peralatan agar kita bisa aman,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X