• Minggu, 2 Oktober 2022

Belajar Perda Gender di Jateng, Ganjar Pranowo Antusias Sambut Kunjungan DPRD Sumatera Utara

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 07:59 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo antusiasi menyambut kunjungan DPRD Sumatera Utara. (foto:jatengprov)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo antusiasi menyambut kunjungan DPRD Sumatera Utara. (foto:jatengprov)
POJOKSEMARANG.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo antusias dalam menyambut DPRD Provinsi Sumatera Utara yang ingin belajar banyak tentang Perda terkait Gender di Jawa Tengah.
 
Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi mentor terkait kebijakan pengarusutamaan gender (PUG) oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara. Bersamaan dengan itu Jateng telah mengaturnya dalam Perda Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender.
 
  
Hal itu disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Sumut Meryl Saragih, seusai bertemu dengan Gubernur Ganjar Pranowo, di Ruang Rapat Gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Senin (1/8/2022). Meryl mengatakan sengaja datang ke Jawa Tengah untuk mempelajari Perda PUG.
 
“Kami di Sumatera Utara sedang melakukan kajian dengan Ranperda ini. Luarbiasa sekali di sini, bagaimana pemprov bisa implementasi dari kebijakan dan anggaran yang responsif gender di Jateng,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman jatengprov.
 
Menurut Meryl, penjelasan Ganjar tentang Perda PUG sangat komprehensif. dia menyebut, perda tersebut tak fokus pada laki-laki atau perempuan saja. Tetapi juga pada kelompok termarjinalkan. “Jadi ini sangat penting apalagi masuk dalam SDGs poin lima, yang harus sama sama kita fokuskan ke depan,” imbuhnya.
 
Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya kepada DPRD Sumatera Utara, yang telah berbagi ilmu dengan Jawa Tengah. Ganjar mengatakan, pelaksanaan PUG di Jateng dijalankan dengan kesadaran melibatkan seluruh kelompok. Antara lain perempuan, anak dan disabilitas.
 
“Sehingga ketika mereka menyampaikan gagasan aspirasi itu, seluruh sektor paham bahwa itu lho yang dibutuhkan. Maka kalau kemudian membangun,  maka mesti punya perspektif itu,” ujarnya.
 
 
Dalam kesempatan itu, Ganjar menjelaskan sejumlah kebijakan yang ditelurkan terkait PUG. Salah satunya adalah 5NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng). Kebijakan tersebut lahir dari kerentanan perempuan terutama yang hamil.
 
Selain itu juga ada beberapa aplikasi yang lahir, untuk mewadahi kelompok rentan lain. Yakni Apem Ketan (Aplikasi Pemetaan Perempuan dan Anak Kelompok Rentan) dan Aplikasi untuk Layanan Pengaduan Kekerasan atau Diyanti (Diadukan, Dilayani, Diobati).
 
Ganjar menambahkan, DPRD Sumut jangan melihat hasil regulasi yang sudah ada. Namun, proses menuju pengesahan perda itu yang patut diketahui. “Saya ceritakan sama kawan-kawan dari DPRD Sumut, behind the scene penting, karena dialog dengan DPRD-nya bagus banget, bahkan DPRD Jateng itu jauh lebih banyak sering menginisiasi lebih dulu dan kita backup dari datanya, kondisi fakta lapangan, bahasa legislasinya itu kondisi sosiologisnya,” tambahnya. (***)

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X