• Minggu, 2 Oktober 2022

Ketua DPR Puan Maharani Dorong Booster Kedua Bagi Tenaga Kesehatan Diproritaskan

- Senin, 1 Agustus 2022 | 08:07 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto : DPR RI (Hariseff)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto : DPR RI (Hariseff)

POJOKSEMARANG.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pemberian dosis keempat vaksin Covid-19 (booster kedua) bagi tenaga kesehatan (nakes) sangat diperlukan. Bersamaan dengan ini pemberian booster pertama untuk masyarakat umum juga tetap harus berjalan lagi.

“Pemberian booster kedua bagi tenaga kesehatan perlu dilakukan mengingat tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko tertular karena berada di garda terdepan penanggulangan Covid-19,” kata Puan seperti yang diakses dari laman dpr.

Berdasarkan informasi yang ia terima, kasus Covid-19 mengalami lonjakan yang cukup signifikan sejak beberapa waktu terakhir ini. Bahkan, penambahan kasus sudah mencapai lebih dari 7 ribu dalam satu hari. Sehingga, menurutnya, nakes harus menjadi prioritas vaksinasi booster kedua, menyusul adanya dua dokter yang meninggal dunia saat varian baru Omicron merebak di Indonesia.

Baca Juga: Bupati Kudus Pacu UMKM Klaster Logam dengan Dukungan Bank Jateng

Puan menuturkan,  sasaran pertama program vaksinasi dosis keempat adalah 4 juta nakes di seluruh Indonesia. Ia mengimbau agar seluruh nakes yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 booster pertama enam bulan lalu agar segara lanjut mengikuti program vaksin booster kedua.

Puan juga berharap, pemerintah menyiapkan vaksin Covid-19 sebanyak-banyaknya agar program vaksinasi booster kedua bisa segera diberikan kepada masyarakat umum. Dari sudut pandangnya, para ahli menyebutkan dibutuhkan dosis keempat untuk kembali menguatkan kekebalan tubuh agar imunitas masyarakat tetap terjaga, sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran varian Covid-19 baru.

Baca Juga: Tekad Karyawan Pabrik Jamu Sido Muncul Terapkan Pola Hidup Sehat Berkendara dan Berlalu Lintas

“Tetapi penurunan antibodi setelah enam bulan vaksinasi dikhawatirkan membuat warga rentan terserang Covid-19. Apalagi menurut para ahli, Omicron varian BA.5 kemungkinannya lebih tinggi memicu reinfeksi. Mengingat tidak hanya tenaga kesehatan yang berisiko tertular, vaksinasi booster kedua perlu diperluas untuk masyarakat umum. Khususnya bagi lansia dan kelompok rentan lain,” jelas politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu turut mengingatkan Pemerintah untuk lebih serius lantaran cakupan vaksinasi dosis ketiga atau booster pertama masih berada di angka 25 persen dari target per Juli ini. Baginya, angka tersebut jauh di bawah cakupan 2 dosis vaksin sebelumnya. 

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X