• Minggu, 2 Oktober 2022

Konferensi Tingkat Tinggi Women20 Rekomendasikan Pemberdayaan Perempuan dan Bebas Diskriminasi

- Kamis, 21 Juli 2022 | 13:41 WIB
KTT Women2o Menekankan isu pemberdayaan perempuan dan bebas diskriminasi. (foto:ist)
KTT Women2o Menekankan isu pemberdayaan perempuan dan bebas diskriminasi. (foto:ist)

POJOKSEMARANG.COM - Kalangan perempuan diharapkan berperan optimal dalam pemberdayaan perempuan dan bebas dari diskriminasi. Hal itu menjadi salah satu rekomendasi dari pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Women20 (W20 Summit) di Simalungun, Danau Toba, Sumatera Utara, 19-20 Juli 2022.

Dalam KTT Women20 tersebut, rekomendasi menekankan pada beberapa isu penting terkait pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Isu tersebut yakni menolak diskriminasi dan mendorong kesetaraan gender, UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan, respon kesehatan yang mengutamakan kesetaraan gender, serta perempuan pedesaan dan ­perempuan penyandang disabilitas.

Rekomendasi tersebut sekaligus menjadi dasar bagi penyiapan komunike yang akan diserahkan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selaku pemimpin tertinggi dari G20 Presidensi Indonesia, pada hari ini Kamis, (21/07).

Baca Juga: Borong Indonesia Serius Bangun Pasar di Semarang

Pada acara pembukaan KTT W20, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga mengatakan, setengah dari populasi dunia adalah perempuan dan pandemi memberikan dampak yang lebih besar kepada perempuan. Dampak tersebut antara lain berupa gaji yang rendah serta hilangnya pekerjaan. Pandemi telah mendorong jatuhnya perempuan ke dalam kemiskinan yang ekstrim, bahkan semakin memperlebar kesenjangan gender.

Bintang melanjutkan, W20 Presidensi Indonesia berfokus pada empat isu penting. Pertama, bebas dari diskriminasi. Kedua, UMKM yang dimiliki atau dipimpin oleh perempuan sebagai kunci pertumbuhan inklusif. Ketiga, mempromosikan kesehatan untuk pulih bersama secara merata. Keempat, pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk membangun ketahanan, dengan fokus pada perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas.

“Di Indonesia, perempuan memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Mereka memiliki dan menjalankan lebih dari 50% UMKM di tanah air, yang turut berperan penting bagi perekonomian negara. Terbukti pula bahwa perempuan yang diberdayakan secara ekonomi mampu membawa dampak positif bagi lingkungan dan keluarga mereka,” jelasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, mengutarakan, presentase tenaga kerja perempuan di bidang pariwisata di Indonesia telah mencapai 55%, sedikit lebih tinggi dari rata-rata global yang mencapai 54%.

"Jelas bahwa perempuan seringkali menjadi tulang punggung pariwisata dan ekonomi kreatif, penopang kesejahteraan baik di tingkat keluarga maupun di masyarakat, serta penjaga warisan budaya kita. Saya pun seringkali dengan bangga menceritakan bahwa sejumlah pejabat senior hingga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI adalah perempuan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Alkomari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X