• Selasa, 9 Agustus 2022

Presiden Jokowi Tekankan Ketahanan Pangan Berbasis Kedaerahan

- Selasa, 21 Juni 2022 | 13:42 WIB
Presiden Jokowi menekankan pengembangan pangan berbasis daerahnya masing-masing. (foto:setkab)
Presiden Jokowi menekankan pengembangan pangan berbasis daerahnya masing-masing. (foto:setkab)

POJOKSEMARANG.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta daerah untuk mengembangkan kedaulatan pangan sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing. Hal itu merupakan bagian dari membangun kemandirian bangsa dalam ketahanan pangan secara gotong royong berbasiskan keunggulan masing-masing daerah.

Pasalnya ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini semakin nyata dan masing-masing negara dituntut meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

Baca Juga: PPDB Lancar, Ganjar Pranowo Tetap Meminta Orangtua Dampingi Anak Cari Sekolah Alternatif

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” ujar Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan seperti yang dikutip dari laman setkab.

Kepala Negara mencontohkan, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, penanaman tanaman tersebut harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua. “Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

Baca Juga: Pesona Pantai Baru Kepunyaan Kabupaten Rembang Siap Menggoda Wisatawan

“Sagu itu justru makanan yang paling sehat karena gluten free. Ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara lain, hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya, makanan yang sangat sehat,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengungkapkan penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X