• Senin, 8 Agustus 2022

Angka Stunting Anak di Kabupaten Semarang Capai 3.390 Anak

- Jumat, 17 Juni 2022 | 10:08 WIB
Rembug stunting di Kabupaten Semarang. (foto:jatengprov)
Rembug stunting di Kabupaten Semarang. (foto:jatengprov)

POJOKSEMARANG.COM - Pemkab Semarang memiliki harapan agar kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita angka prevalensinya bisa diangka nasional yang mencapai 27,7 persen.

Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Semarang Bambang Pujiyarto menjelaskan, ada 3.930 orang balita yang menderita stunting. Sebagian besar berada di Kecamatan Tengaran. Selain itu, tersebar di Kecamatan Banyubiru, Bergas, Pringapus, Sumowono, Pabelan, dan Bawen. “Tahun ini ada 20 desa di delapan kecamatan, yang menjadi lokasi penanganan stunting,” terangnya seperti dikutip dalam laman jatengprov

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Syaiful Nur Hidayat meminta semua pihak untuk turut berkomitmen membantu penanganan stunting itu.

“Saat ini angka prevalensi kita 5,8 persen. Sampai awal tahun 2023 mendatang, targetnya di bawah angka itu,” jelas Syaiful pada acara rembug stunting pemangku kepentingan Kabupaten Semarang di Abimantrana Ballroom The Wujil, Bergas, Kamis (16/6/2022).

Menurut Syaiful, penanganan stunting tidak hanya mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Faktor lain, terutama penyiapan sanitasi lingkungan yang baik juga berperan penting. Karenanya, semua pemangku kepentingan dari berbagai sektor harus dilibatkan dalam tahapan penanganan.

Baca Juga: Pedenya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Tuntaskan Masalah Minyak Goreng dengan Cepat

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Basari mengatakan, komitmen yang digalang diharapkan dapat mendukung keberhasialan program penurunan angka stunting.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan. Komitmen yang telah diberikan, diharapkan dapat menjamin kelangsungan program yang terintegrasi. Sehingga, angka stunting dapat menurun,” katanya.

Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Semarang Bambang Pujiyarto menjelaskan, ada 3.930 orang balita yang menderita stunting. Sebagian besar berada di Kecamatan Tengaran. Selain itu, tersebar di Kecamatan Banyubiru, Bergas, Pringapus, Sumowono, Pabelan, dan Bawen. “Tahun ini ada 20 desa di delapan kecamatan, yang menjadi lokasi penanganan stunting,” terangnya. (***)

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X