• Senin, 8 Agustus 2022

Ganjar Pranowo Dorong Penguatan Nilai Toleransi dan Antiradikalisme pada Anak Madin

- Kamis, 16 Juni 2022 | 11:26 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dukung anak dibekali pendidikan anti radikalisme dan toleransi. (foto:jatengprov)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dukung anak dibekali pendidikan anti radikalisme dan toleransi. (foto:jatengprov)
POJOKSEMARANG.COM - Anak-anak memang harus sejak dini dibekali dengan pendidikan antiradikalisme dan toleransi. Seperti yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Nahdlatul Ulama (NU).
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mendukung penuh upaya NU yang membekali anak-anak terkait antiradikalisme dan toleransi sejak Madrasah Diniyah (Madin). Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri acara Launching Madin NU se-Jawa Tengah, di Pondok Pesantren PDF Walindo Pekalongan, Rabu (15/6/2022).
 
Dalam acara itu, hadir pula Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, Kakanwil Kemenag Jateng, H Musta’in Ahmad, Ketua RMI PWNU Jateng, KH Nur Machin Chudlori, Ketua RMI PBNU, KH Muhammad Dian Nafi’, dan sejumlah ulama lainnya.
 
 
“Sebenarnya cita-cita utamanya bagaimana anak-anak kita mulai dari madin itu sudah diajarkan Aswaja. Jadi itu benar-benar dilaksanakan, dengan harapan kelak kemudian hari nilai-nilai keagamaan yang akan diamalkan itu sesuai dengan yang dikembangkan oleh NU,” kata Ganjar seperti yang dikutip dari laman jatengprov.
 
Selama ini, lanjut dia, NU sudah memberikan contoh bagaimana beragama yang baik. Para sesepuh Nahdliyin telah menunjukkan rasa toleransi, rasa kemanusiaan yang tinggi dan selalu mendamaikan.
 
“Para sesepuh itu selalu adem dalam bersikap, ya bertindak, dan berbicara. Itu adem semuanya. Inilah yang kemudian generasi mudanya harus disiapkan untuk itu,” jelas Ganjar.
 
Salah satu caranya, beber gubernur, adalah dengan me-launching Madin NU se-Jateng. Harapannya, sejak di bangku Madin, anak-anak sudah diajarkan dengan nilai-nilai Aswaja.
 
Ganjar justru berharap, tidak hanya di Madin, ajaran Aswaja bisa dilakukan di setiap jenjang pendidikan. Mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan seterusnya. “Kalau itu bisa, kita harapkan tidak ada lagi yang berkelahi pada urusan-urusan yang selama ini muncul di medsos. Seolah-olah kita menjadi terbelah-belah,” terangnya. (***)
 

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X