• Senin, 8 Agustus 2022

Dinsos Kota Semarang Galakkan Larangan Memberi Uang Untuk Pengemis di Tempat Umum

- Rabu, 15 Juni 2022 | 09:38 WIB
Dinsos Kota Semarang mengajak masyarakat untuk tidak memberikan uang ke PGOT. (foto:jatengprov)
Dinsos Kota Semarang mengajak masyarakat untuk tidak memberikan uang ke PGOT. (foto:jatengprov)

POJOKSEMARANG.COM - Masyarakat di Kota Semarang diajak untuk tidak memberikan uang kepada Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis yang biasanya meminta-minta di pinggir jala protokol. Diharapkan bantuan uang itu disalurkan melalui sedekat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ataupun yayasan sosial seperti panti asuhan yang memiliki legalitas.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Heroe Soekendar mengharapkan bantuan yang diserahkan ke tempat-tempat tersebut, bisa menyalurkan secara tepat dan aman, serta bisa memberikan laporan dan pertanggungjawabannya.

Disampaikan, pemberian sedekah pada PGOT di jalanan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis. Jika ada masyarakat kedapatan melanggar, akan diberi sanksi. Karenanya, Heroe kembali menekankan agar masyarakat mematuhi ketentuan.

“Jika memberikan uang atau sumbangan kepada pengemis atau PGOT (pengemis, gelandangan, dan orang terlantar) secara langsung di jalan, bisa dikenai kurungan tiga bulan dan denda Rp1juta,” tuturnya seperti dikutip dari laman jatengprov.

Terkait aturan yang harus ditegakkan, Heroe menegaskan, Perda yang ada harus ditegakkan seluruh masyarakat, termasuk Perda Nomor 5 Tahun 2014, dan Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Penggunaan Anggaran Jateng Untuk Produk Dalam Negeri Capai 98 Persen

Menurutnya, penegakkan perda tersebut merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Untuk itu, masyarakat diminta dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam menyejahterakan dan meningkatkan warganya.

“Ini yang perlu kita tekankan, adanya PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), Karang Taruna, dan sebagainya, ini sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah untuk mengatasi persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang, Dwi Supratiwi, membeberkan beberapa temuan kasus PGOT yang terjaring dalam patroli beberapa tahun belakangan ini. Disebutkan, adanya pengemis yang punya rumah mewah dan lahan pertanian di desa, ada yang mampu membiayai anaknya hingga sampai perguruan tinggi, dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X