• Sabtu, 28 Mei 2022

Empat Daerah di Jateng Terdeteksi PMK, Ganjar Minta Masyarakat Tetap Tenang

- Jumat, 13 Mei 2022 | 08:28 WIB
Ganjar, saat meninjau hasil bantuan paket ternak sapi di Kelompok Tani-Ternak Guyub Rukun, Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. (foto:jatengprov)
Ganjar, saat meninjau hasil bantuan paket ternak sapi di Kelompok Tani-Ternak Guyub Rukun, Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. (foto:jatengprov)
POJOKSEMARANG.COM - Empat daerah di Jawa Tengah terdeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK) diantaranya Boyolali, Banjarnegara, Rembang dan Wonosobo. Meski begitu masyarakat diminta untuk tidka panik menghadapi PMK tersebut.
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan.
 
“Di beberapa tempat sudah ada seperti Boyolali, Rembang, Banjarnegara, dan Wonosobo. Sudah ada empat kabupaten yang kita deteksi. Kita sudah pastikan dengan kawan-kawan di Dinas Peternakan termasuk dokter hewan. Ini bisa diobati, jadi tidak usah panik,” kata Ganjar, saat meninjau hasil bantuan paket ternak sapi di Kelompok Tani-Ternak Guyub Rukun, Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, seperti dikutip dari laman jateng prov.
 
Ganjar menjelaskan, pengecekan intensif juga terus dilakukan. Laporan sementara dari surveilans di lapangan, hewan ternak yang terdeteksi PMK tidak banyak di Jawa Tengah. Pemerintah sudah menyiapkan langkah untuk menempatkan hewan yang terinfeksi ke tempat karantina.
 
 
“Jadi ini karantina hewan, sehingga kita bisa kasih treatment. Kawan-kawan sekarang saya minta lagi ke lapangan. Semua siapkan antisipasi, kecuali nanti jadi pandemi besar tindakan kita akan lebih lagi,” jelasnya.
 
Dikatakan, antisipasi tersebut termasuk menyiapkan tim khusus untuk menangani PMK. Terutama antisipasi apabila terjadi ledakan kasus dan meluas menjadi pandemi.
 
“Kita sudah siapkan tim, Kepala Dinas Peternakan sudah menyiapkan draft-nya. Mungkin hari ini atau besok, atau awal pekan depan tim sudah siap untuk menyerbu. Kita belajar dari pandeminya manusia,” bebernya.
 
Selain itu, langkah tegas yang dilakukan dengan memperketat masuknya hewan dari daerah lain. Kontrol di area perbatasan pun diperketat. “Semua ketat. Kita juga sudah bicara dengan Kapolda, Krimsusnya sudah siap untuk menjaga itu. Maka betul di daerah perbatasan harus kita lakukan kontrol ketat,” tegas Ganjar. (***)

Editor: Alkomari

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X