• Sabtu, 28 Mei 2022

Universitas Pertamina Pacu Mahasiswanya Jadi Konten Kreator Berkualitas

- Kamis, 21 April 2022 | 04:54 WIB
Ilustrasi: Kegiatan Praktikum Mahasiswa Program Studi Komunikasi di Laboratorium Studio TV Universitas Pertamina. (foto:ist)
Ilustrasi: Kegiatan Praktikum Mahasiswa Program Studi Komunikasi di Laboratorium Studio TV Universitas Pertamina. (foto:ist)

POJOKSEMARANG.COM - Universitas Pertamina (UPER) memacu mahasiswanya untuk menjadi konten kreator yang berkualitas. Hal ini dilakukan dengan memberikan Beasiswa Influencer bagi para calon mahasiswa dan mahasiswa berupa pembebasan Biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) hingga 100 persen bagi Gen Z yang aktif memproduksi konten berkualitas di media sosial.

“Syaratnya cukup mengunggah formulir dan transkrip nilai saja. Jumlah minimum followers atau subscribernya juga terbilang kecil, minimal 5.000. Pendaftaran untuk Beasiswa Influencer ini sudah dibuka mulai dari tanggal 29 Maret hingga 8 Mei 2022 mendatang,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, Budi W. Soetjipto.

Informasi pendaftaran beasiswa influencer dapat diakses di laman https://beasiswa.universitaspertamina.ac.id/. Untuk Tahun Akademik 2022/2023, Universitas Pertamina menyediakan beragam jenis beasiswa dengan nilai total mencapai 16 Milyar Rupiah.

Baca Juga: Warga Jateng di Jabodetabek Mulai Daftar Mudik Gratis Pemprov Jateng

Selain beasiswa influencer untuk calon mahasiswa baru, lanjut Budi, saat ini Universitas Pertamina juga melakukan pembinaan kepada sejumlah mahasiswa yang aktif mengunggah konten-konten positif di media sosial. “Para internal influencer ini mendapat sejumlah pelatihan seperti personal branding, produksi konten, dan video editing. Kampus juga memberikan apresiasi seperti biaya aktivasi dan uang saku,” tutur Budi.

Hal tersebut dilakukan universitas untuk mengarahkan kreativitas mahasiswa/i di media sosial ke arah positif dan bermanfaat. Tak dipungkiri, sejak maraknya kasus penipuan berkedok investasi yang menyeret sejumlah nama influencer, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap influencer. Padahal, menurut pakar media digital Universitas Pertamina, Ita M. Hanika, S.A.P., M.I.Kom. AMIPR, peran influencer dalam edukasi publik sangat dibutuhkan.

“Influencer seyogyanya turut menjadi gatekeeper dalam pemberian informasi kepada masyarakat. Karenanya, influencer harus membuat konten yang berkualitas dan mengedukasi masyarakat. Pun, jika konten tersebut bersifat hiburan, tidak boleh memuat unsur SARA, menyudutkan satu pihak, ataupun melanggar hak cipta,” ungkap Ita dalam wawancara daring, Selasa (19/04).

Menurut Ita, perguruan tinggi juga harus dapat memberikan dukungan kepada para mahasiswa pegiat media sosial. “Misalnya dengan memberikan dukungan moril seperti pelatihan dan pembinaan. Atau dukungan materil seperti pemberian beasiswa,” ujar Ita.

Jihan Duhita Naflah, internal influencer dari Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina, mengungkapkan, selain menjadi sarana untuk aktualisasi diri, media sosial juga idealnya menjadi tempat untuk meluruskan informasi yang keliru. “Misalnya ketika ada berita-berita viral di media sosial yang berpotensi pada misleading information, kita harus bisa mengcounter dengan fakta dan riset mendalam sehingga bisa meminimalisir hoax,” pungkas mahasiswi yang kini memiliki hampir dua ribu subscriber di kanal Youtube tersebut.

Halaman:

Editor: Alkomari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X