• Sabtu, 25 Juni 2022

Modifikasi Sepeda Motor Harus Memperhatikan Keselamatan dan Tidak Menggangggu Arus Lalu Lintas

- Kamis, 14 April 2022 | 14:35 WIB
Ilustrasi modifikasi sepeda motor. (foto:ist)
Ilustrasi modifikasi sepeda motor. (foto:ist)

POJOKSEMARANG.COM - Penggemar otomotif yang suka dengan modifikasi sepeda motor dituntut utuk terus mengikuti tren. Dalam melakukan modifikasi tentu ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 penting diingat bahwa modifikasi yang dilakukan tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui. Bila modifikator motor mengubah persyaratan konstruksi dan material dari motor sebelumnya, maka modifikator wajib dilakukan uji tipe ulang karena menggugurkan sertifikat uji lolos dari tipe sebelumnya. 

Selengkapnya yang perlu diperhatikan dalam modifikasi sepeda motor diantaranya: 

  1. Mengubah dimensi kendaraan dapat berdampak pada keseimbangan, karakter, kemampuan dan cara pengendalian kendaraan, jika tidak dihitung dan design dengan cermat berpotensi membahayakan atau menyebabkan kecelakaan. 
  2. Mengubah mesin untuk performa akan merubah karakter penyaluran tenaga dan torsi mesin. Modifikasi mesin memiliki dampak langsung pada suhu mesin, getaran, suara kerja komponen, keawetan komponen yang terkait dan kestabilan atau konsistensi performa mesin. Bahkan perubahan itu akan merubah keseimbangan tenaga di putaran bawah, menengah dan atas, sehingga berpotensi menyulitkan pengendalian dan memiliki potensi bahaya jika tidak memiliki kemampuan mengendalikan. 
  3. Mengganti knalpot yang bertujuan untuk performa yang mengeluarkan suara keras, memiliki dampak mengganggu lalu lintas dengan efeknya menyebabkan konsentrasi pengendara terganggu dan berpotensi gesekan dengan pengendara lain. 
  4. Mengubah warna lampu membahayakan lalu lintas karena berpotensi salah komunikasi dengan pengendara lain dan dapat mengganggu pengguna jalan lain seperti lampu silau. 
  5. Melepas atau mengganti ukuran kelengkapan standar sepeda motor seperti spion lebih kecil akan berpengaruh menurunnya fungsi dan optimal spion untuk pengendara, melepas spatbor akan berpotensi cipratan ban belakang akan mengganggu konsentrasi pengguna jalan lain.Baca Juga: Tren Konsumsi Pertalite dan Pertamax Lebaran 2022 Diprediksi Naik 16 Persen

Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengingatkan bahwa dimensi dan kapasitas mesin dari motor yang besar tentunya memerlukan ketrampilan berkendara yang lebih mahir, serta memiliki kemampuan mengolah emosi dan mental yang bijaksana dalam berkendara, agar motor dapat berfungsi maksimal sebagai kendaraan yang membantu dan mempermudah mobilitas manusia dengan segala kebutuhannya. 

“Menggunakan motor dengan kemampuan lebih tinggi juga harus diimbangi dengan ketrampilan, kemampuan mengolah emosi dan mental yang lebih tinggi pula, sehingga bisa menikmati kemampuan tinggi sebuah motor dengan tetap #Cari_Aman namun juga menyenangkan,” tutur Oke Desiyanto. (***) 

Editor: Alkomari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X