• Sabtu, 28 Mei 2022

Kiat Intervensi BKKBN Agar Penurunan Stunting Tepat Sasaran

- Rabu, 12 Januari 2022 | 09:38 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan perhatian khusus program penurunan stunting. (foto:bkkbn)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan perhatian khusus program penurunan stunting. (foto:bkkbn)

POJOKSEMARANG.COM - Program penurunan stunting tahun ini mendapat sorotan masyarakat lantaran anggarannya mencapai Rp50 triliun. Lantas seperti apa program konkret dan kiat intervensinya ke masyarakat agar program tersebut berhasil dan tepat sasaran.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoto menuturkan, dengan berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, angka stunting yang tercatat sebesar 36,8 di tahun 2007 dapat diturunkan hingga menjadi 24,4 di tahun 2021.

Menurutnya, terdapat dua jenis intervensi yang dilakukan untuk percepatan penurunan stunting, yaitu intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Intervensi spesifik berkaitan dengan penyebab langsung stunting umumnya di sektor kesehatan sedangkan intervensi sensitif berhubungan dengan penyebab tidak langsung yang dilaksanakan lintas sektor.

Baca Juga: Sampaikan Program Penurunan Stunting Rp50 Triliun, Moeldoko Dinilai Netizen Gercep

“(Intervensi) sensitif ini pengaruhnya cukup besar. Tadi Pak Menteri Kesehatan juga menyampaikan, ini 70 persen pengaruhnya, di antaranya adalah lingkungan yang bersih, air bersih tersedia, kemudian kemiskinan, pendidikan, itu adalah faktor-faktor yang sifatnya sensitif,” terangnya seperti dikutip dari laman bkkbn.

Baca Juga: Jalan Tol Yogyakarta - Bawen, Fasilitas Umum Tidak Hilangkan Tapi Justru Dibuat Semakin Baik

Lebih jauh Hasto menyampaikan, penguatan intervensi sensitif di sisi hulu harus sejalan dengan penguatan intervensi spesifik di sisi hilir. “Faktor spesifiknya ini juga dikuatkan karena kalau dari proporsi anggaran yang ada memang masih butuh dukungan untuk yang hal-hal yang sifatnya kuratif, tidak sekadar promotif dan preventif,” ujarnya.

Intervensi spesifik ditujukan kepada ibu sebelum masa kehamilan (remaja putri) dan anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasto pun mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan berbagai intervensi spesifik ini. (***)

 

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: bkkbn.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X