• Sabtu, 28 Mei 2022

Penyebaran Varian Omicron Cepat, Epidemiolog Sepakat WNA Dilarang Masuk

- Selasa, 30 November 2021 | 07:22 WIB
Epidemiolog FKM UI Iwan Ariawan dalam Keterangan Pers mengenai Respon Pemerintah Dalam Menghadapi Varian Omicron, Minggu (28/11/2021), secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar/setkab.go.id)
Epidemiolog FKM UI Iwan Ariawan dalam Keterangan Pers mengenai Respon Pemerintah Dalam Menghadapi Varian Omicron, Minggu (28/11/2021), secara virtual. (Sumber: Tangkapan Layar/setkab.go.id)

POJOKSEMARANG.COM - Kebijakan pemerintah memperketat jalur masuk internasional guna mengantisipasi masuknya Covid-19 dengan varian baru Omicron dinilai sudah tepat. Terlebih akhir tahun biasanya intensitas perjalanan antar negara meningkat.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mendukung langkah yang diambil pemerintah guna mengantisipasi masuknya Varian B.1.1.5.2.9 atau Omicron ke Indonesia. 

“Kami setuju karena sudah didiskusikan dengan kami, kami sudah berdiskusi dengan pemerintah, tindakan terbaik yang kita bisa lakukan saat ini,” ujar Iwan dalam keterangan pers yang disampaikan secara virtual, seperti dikutip setkab.go.id.

Diketahui, untuk mencegah masuknya Varian Omicron pemerintah telah melakukan pelarangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir. Dimana 11 negara yang telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas Varian Omicron serta negara/wilayah yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian tersebut. Sebelas negara tersebut diantaranya Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong. “Jadi kita ambil tindakan supaya varian ini tidak masuk dan menyebar,” imbuhnya.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Perketat Perjalanan Internasional Menyusul Varian Baru di Afrika Selatan

Kewaspadaan sangat diperlukan dalam menghadapi varian baru ini. Iwan menyampaikan, informasi tentang varian baru ini masih berkembang dan akan dievaluasi dalam dua minggu ke depan. “Dalam dua minggu ke depan nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, kita bahas lagi yang terbaik tindakan pencegahan untuk Indonesia seperti apa,” ujarnya.

Negara yang termasuk ke dalam daftar pelarangan, imbuh Iwan, perlu menyesuaikan dengan transmisi komunitas yang ada di setiap negara. “Yang perlu kita perhatikan adalah negara-negara yang sudah terjadi transmisi komunitas Varian Omicron-nya. Tapi itu kita perlu amati dan itu kita perlu segera ubah daftar negara-negara itu sesuai dengan perkembangan penyebaran Omicron ini,” terangnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki jaringan laboratorium yang mampu mendeteksi varian baru COVID-19 secara cepat.

“Dunia dan Indonesia sekarang sudah jauh lebih cepat dan lebih canggih mengidentifikasi varian-varian baru. Varian baru inilah yang menyebabkan lonjakan. Jadi setiap ada Alfa, Beta, Delta, setiap ada varian baru selalu terjadi lonjakan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X