BI Mengajar, Mahasiswa Diharapkan Jadi Agen Edukasi Pembayaran Digital

- Rabu, 31 Mei 2023 | 07:51 WIB
Kepala BI Perwakikan Jateng Rahmat Dwisaputra saat berbicara dalam kuliah umum di FEB Undip. (foto:ist)
Kepala BI Perwakikan Jateng Rahmat Dwisaputra saat berbicara dalam kuliah umum di FEB Undip. (foto:ist)

POJOKSEMARANG.COM - Bank Indonesia memanfaatkan program BI Mengajar dengan mengajak mahasiswa mendukung inivasi sistem pembayaran dan ekonomi digital. 

Hal itu terungkap saat Program BI Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip Semarang pada Selasa (30/5). Kegiatan itu dikemas dalam sebuah kuliah umum dengan tema "Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi” yang diikuti sebanyak 50 mahasiswa.

Kuliah umum dibuka oleh Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.si. serta menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Akhmad Syakir Kurnia, Ph.D, dan Pimpinan BNI Kantor Wilayah 05 Semarang, I Gusti Nyoman Dharma Putra.

Kepala BI Perwakilan Jawa Tengah Rahmat Dwi saputra mengemukakan, Bank Indonesia mendukung penuh digitalisasi melalui upaya memastikan kelancaran sistem pembayaran yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, arah kebijakan sistem pembayaran untuk menavigasi peran industri dan mengintegrasikan potensi ekonomi dan keuangan digital.

Baca Juga: Galang Dana Kaki Palsu, 7 Goweser Rela Tempuh 1.000 Km

Rahmat menekankan terdapat lima inisiatif utama BSPI, yakni Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), Sistem Pembayaran Ritel, Sistem Pembayaran Nilai Besar dan Infrastruktur Pasar Keuangan, Data dan Digitalisasi, serta Reformasi Regulasi, Perizinan dan Pengawasan.

"Inovasi sistem pembayaran tidak hanya diimplementasikan pada industri besar, namun juga menjangkau UMKM sebagai penyokong utama perekonomian Indonesia, melalui on boarding pada e-commerce dan penggunaan transaksi non tunai," terangnya. 

Pada kanal QRIS misalnya, lanjutnya, saat ini terdapat 98,25% mechant QRIS yang merupakan UMKM, terbanyak ada di Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat mengajak mahasiswa sebagai generasi muda bangsa untuk ikut mendorong penggunaan pembayaran digital dengan tetap mengedepankan literasi.

Baca Juga: Mau Sepeda Motormu Irit, Rajinlah Ngecek Sparepart ini

"Mahasiswa sebagai generasi melek digital juga diharapkan menjadi agen edukasi pembayaran digital, khususnya di Jawa Tengah agar masyarakat turut mendukung inovasi sistem pembayaran terkini dan terhindar dari modus kejahatan di era digital," tandasnya. 

Sementara itu Prof. Dr. Suharnomo menjelaskan perubahan pola transaksi masyarakat pada era transformasi digital ditandai dengan peningkatan adopsi transaksi dari tunai menjadi non-tunai. Namun demikian, akseptasi yang tinggi juga perlu diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat.

Baca Juga: Jaringan XL Axiata Siap Support Penuh Kesuksesan Balap Mobil Formula Listrik 3-4 Juni di Jakarta

Sedangkan Akhmad Syakir mengajak mahasiswa melihat tantangan dan peluang inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Halaman:

Editor: Alkomari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

111 Calon Wisudawan Pascasarjana USM Ikuti Pelepasan

Minggu, 24 September 2023 | 17:41 WIB

TPID Jawa Tengah Gelar High Level Meeting

Rabu, 20 September 2023 | 19:30 WIB

Hindari Bermain Layang-Layang Dekat Tiang Listrik

Selasa, 19 September 2023 | 20:30 WIB
X