• Minggu, 2 Oktober 2022

Usmar Ismail Mulai Dalami Dunia Sastra di Yogyakarta

- Selasa, 2 November 2021 | 05:29 WIB
Umar Ismakl yang dikenal dengan Bapak Perfilaman Indonesia  menjadi salah satu tokoh yang akan dianugerahi pahlawan baru oleh Pemerintah dalam peringatan Hari Pahlawan 2021. (foto:kemendikbud)
Umar Ismakl yang dikenal dengan Bapak Perfilaman Indonesia menjadi salah satu tokoh yang akan dianugerahi pahlawan baru oleh Pemerintah dalam peringatan Hari Pahlawan 2021. (foto:kemendikbud)

POJOKSEMARANG.COM - Nama Usmar Ismail menjadi salah satu tokoh yang akan dianugerahi sebagia pahlawan nasional dalam peringatan Hari Pahlawan 2021 oleh pemerintah. Umar Ismail sendiri selama ini dikenal dengan Bapak Film Indonesia berkat karya-karyanya di bidang perfilman nasional.

Dikutip dari laman kemendibud, Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 20 Maret 1921. Ayahnya adalah Datuk Tumenggung Ismail, guru Sekolah Kedokteran di Padang, dan ibunya, Siti Fatimah . Ia mempunyai seorang kakak yang juga terjun ke dunia sastra, yakni Dr. Abu Hanifah yang menggunakan nama pena, El Hakim.

Perjalanan pendidikannya cukup mulus. Mula-mula ia bersekolah di HIS (sekolah dasar) di Batusangkar, lalu melanjutkan ke MULO (SMP) di Simpang Haru, Padang, dan kemudian ke AMS (SMA) di Yogyakarta. Setamat dari AMS, ia melanjutkan lagi pendidikannya ke University of California di Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca Juga: Pemerintah Kenalkan Logo dan Tema Hari Pahlawan, PAHLAWANKU INSPIRASIKU

Usmar sudah menunjukkan bakat sastranya sejak masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia bersama teman-temannya, antara lain Rosihan Anwar. Setelah duduk di bangku SMA, di Yogyakarta, Usmar semakin banyak terlibat dengan dunia sastra. 

Pada tahun 1943, Usmar Ismail bersama abangnya,  El Hakim, dan bersama Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, serta H.B. Jassin mendirikan kelompok sandiwara yang diberi nama Maya.  Maya mementaskan  sandiwara berdasarkan teknik teater Barat.  Hal itu kemudian dianggap sebagai tonggak lahirnya teater modern di Indonesia. Sandiwara yang dipentaskan Maya, antara lain, “Taufan di Atas Asia (El Hakim)”, “Mutiara dari Nusa Laut (Usmar Ismail)”, “Mekar Melati (Usmar Ismail)”, dan “Liburan Seniman (Usmar Ismail)”. 

 Film-film yang pernah disutradarai oleh Usmar Ismail, antara lain, “Darah dan Doa” (1950), “Enam jam di Yogya” (1951), “Dosa Tak Berampun” (1951), “Krisis” (1953), “Kafedo” (1953) “Lewat Jam malam” (1954), “Tiga Dara” (1955), dan “Pejuang” (1960).

Usmar Ismail meninggal pada 2 Januari 1971 dalam usia genap lima puluh tahun. Untuk mengenang jasanya, diabdikanlah namanya di sebuah gedung perfilman,  yaitu Pusat Perfilman Usmar Ismail yang terletak di daerah Kuningan, Jakarta. ***

 

Halaman:

Editor: Alkomari

Sumber: kemendikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 3 Keutamaan Surat Al Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 00:00 WIB

Bacaan Surat Adh-Dhuha Latin dan Terjemahan

Rabu, 3 November 2021 | 23:55 WIB

Usmar Ismail Mulai Dalami Dunia Sastra di Yogyakarta

Selasa, 2 November 2021 | 05:29 WIB
X