Jangan Cuek, Ayo Cek Gejala Kurang Darah Pakai Anemiameter

- Rabu, 30 November 2022 | 19:30 WIB
- ANEMIAMETER- Pentingnya deteksi dini resiko anemia menggunakan anemiameter. Foto : Hariseff
- ANEMIAMETER- Pentingnya deteksi dini resiko anemia menggunakan anemiameter. Foto : Hariseff

POJOKSEMARANG.COM – Dalam rangka Hari Kekurangan Zat Besi 2022, P&G Health Indonesia melalui brand Sangobion, melanjutkan edukasi mengenai pentingnya deteksi risiko anemia kekurangan zat besi dengan meluncurkan kampanye “Jangan Cuek, Ayo Cek Gejala Kurang Darah”. Selain itu ada terobosan terkini, Anemiameter, aplikasi digital berbasis web pertama di Indonesia untuk deteksi risiko anemia kekurangan zat besi.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dan Perhimpunan Hematologi & Transfusi Darah Indonesia (PHTDI).

General Manager Personal Healthcare, P&G Health Indonesia, Maithreyi Jagannathan mengatakan, P&G Health melalui brand Sangobion senantiasa berkomitmen untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai pentingnya zat besi bagi kesehatan darah, selama lebih dari 2 dekade. Di seluruh dunia, 26 November diperingati sebagai Hari Kekurangan Zat Besi, dan sebagai bagian dari upaya P&G Health mendukung Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan Kekurangan Zat Besi dan Anemia Kekurangan Zat Besi.

"Jami meluncurkan kampanye 'Jangan Cuek, Ayo Cek Gejala Kurang Darah' dan memperkenalkan aplikasi digital berbasis web pertama di Indonesia, ANEMIAMETER, untuk deteksi risiko anemia kekurangan zat besi, melalui berbagai rangkaian kegiatan edukasi masyarakat dan praktisi kesehatan," katanya.

Rangkaian kegiatan ini juga mendukung program pemerintah yaitu Cerdik dan Germas, yang menegaskan pentingnya gaya hidup sehat dan cek kesehatan untuk menuju Indonesia yang lebih sehat.

Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Penggerakan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Dwi Adi Maryandi, SKM, MPH mengatakan, Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah hingga saat ini. Di Indonesia, prevalensi anemia sebesar 48,9% pada ibu hamil dan 38,5% pada anak di bawah 5 tahun. Bahkan lebih tinggi pada remaja usia 12-18 tahun.

"Anemia bisa disebabkan oleh banyak hal, dan salah satu penyebab yang paling banyak terjadi adalah akibat kekurangan zat besi. Pemerintah telah merekomendasikan beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan anemia yang dilakukan dengan memberikan asupan zat besi yang cukup ke dalam tubuh untuk meningkatkan hemoglobin. Masyarakat juga dihimbau untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang, serta mengonsumsi TTD bagi remaja dan ibu hamil," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan RI juga mendorong adanya gerakan aksi bergizi dalam mengupayakan konsumsi TTD menjadi bagian di sekolah terutama siswi SMP dan SMA atau sederajat.

"Selain beberapa upaya diatas, kami juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Terkait anemia, kami mengapresiasi inisiatif P&G Health atas komitmen terus-menerus dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi risiko gejala anemia," ujarnya.

Halaman:

Editor: Haris Effendi

Tags

Terkini

Mobil Listrik Lebih Hemat, Ramah Lingkungan

Minggu, 5 Februari 2023 | 19:00 WIB

Perubahan UMB XL Axiata dari *123# ke *808#

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:30 WIB

Digital Ethics Dibutuhkan dalam Bermedia Masa Kini

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:00 WIB
X