• Sabtu, 10 Desember 2022

Pertamina Patra Niaga Bersama Kementerian ESDM Lakukan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Cilacap

- Selasa, 22 November 2022 | 19:00 WIB
- KONVERSI GAS- Pertamina Patra Niaga melakukan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Cilacap, dengan menggandeng Kementerian ESDM, Minggu (20/11/2022). Foto : Hariseff
- KONVERSI GAS- Pertamina Patra Niaga melakukan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Cilacap, dengan menggandeng Kementerian ESDM, Minggu (20/11/2022). Foto : Hariseff

POJOKSEMARANG.COM - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bersama dengan Komisi VII DPR RI serta Pertamina Patra Niaga terus berupaya untuk meningkatkan konversi BBM ke BBG di kalangan nelayan. Selain lebih hemat untuk opersional, BBG juga lebih ramah lingkungan karena emisinya lebih kecil.

Eksekutif GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT), Dwi Puja Ariestya mengatakan, sampai dengan saat ini untuk nelayan di Cilacap, pihaknya sudah mendistribusikan 1.921 bantuan tabung gas 3 Kg. Pertamina juga memastikan nelayan tidak kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg dan stok aman.

“Program konversi BBM ke BBG ini sangat bagus dan menguntungan nelayan, sehingga kami dari Patra Niaga RJBT sangat mendukung program tersebut,” kata Dwi Puja, usai acara pendistribusian paket perdana konversi BBM ke BBG kepada nelayan di Desa Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Minggu (20/11/2022).

Lebih lanjut Dwi Puja menyampaikan, pihaknya terus memberi dukungan untuk para nelayan di Jateng. Caranya, dengan pembagian tabung 3 Kg serta mempermudah jalur distribusinya.

“Konversi ini sangat menguntungan nelayan, karena lebih hemat dari sisi biaya dan baik juga untuk lingkungan karena emisi gas lebih kecil,” jelasnya.

Nelayan Cilacap

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengatakan, ada 21 ribu nelayan di Cilacap dan sampai saat ini sekitar 6.000 di antaranya sudah melakukan konversi BBM ke BBG. Ia berharap konversi akan terus meningkat karena membantu nelayan.

“Penghematan sekecil apapun itu harus kita lakukan dan kita dukung, supaya nelayan kita lebih sejahtera. Program konversi ini dari pengakuan para nelayan sangat membantu mereka,” tuturnya.

Sugeng mengatakan, saat ini Indonesia harus melakukan impor BBM setiap hari sebanyak 900 ribu barel per hari, karena kebutuhan BBM mencapai 1.480 ribu per hari. Sehingga harus melakukan impor, mengingat cadagan minyak Indonesia juga kecil, hanya kisaran 430 ribuan barel. Begitu pula untuk gas, Indonesia masih melakukan impor hingga 10 juta ton untuk memenuhi kebutuhan gas subsidi dan non subsidi.

Halaman:

Editor: Haris Effendi

Tags

Terkini

KAI Resmikan KA Blambangan Ekspres

Senin, 5 Desember 2022 | 19:50 WIB

PLN Siap Salurkan Listrik 50.2 MVA

Senin, 5 Desember 2022 | 18:00 WIB

JNE 32 Tahun Kobarkan Semangat Bangkit Bersama

Rabu, 30 November 2022 | 10:00 WIB
X